Membungakan Tiap Episode Hariku

img_20180422_115345802243640.jpg

Membungakan segala kisahku setiap hari adalah kegemaran tersendiri yang sekarang sedang aku geluti. Menatap setiap bunga yang aku jumpai di manapun, akan selalu aku kaitkan dengan segala episode hariku. Di tambah lagi, sekarang kegemaranku ini sudah menjadi topic harian yang akan aku bincangkan dengan seseorang. Entah dia menyampaikan pendapatnya ataupun memperkenalkanku dengan bunga-bunga asing yang tak pernah aku jumpai. Syukurlah, ada dia yang bisa berbagi seputar kegemaranku sekarang.

img_20180419_1835031377989414.jpg

Membungakan segala kisahku, tak tahu mengapa sekarang begitu menyenangkan melakukannya. Mencari-cari kesamaan, mencari-cari hubungan dan korelasinya lalu menghubung-hubungkannya hingga layak dijadikan cerita dan menyenangkan jika dibaca. Semacam cara menyelamatkan diri dari kepenatan yang hampir saja mampu membunuh kenyamanan. Kenyamanan ini sudah tumbuh kembali, walau pernah terhalang dan diintai hingga menunggu waktu pembantaian yang tepat untuk menutup rapat-rapat kenyamanan. Soal kenyamanan yang aku ciptakan untuk diriku sendiri, belum maksimal. Masih sangat tergantung suasana hati. Katamu, mungkin karna aku masih muda. Masih sangat labil dalam hal emosi, hingga semuanya masih diputuskan berdasarkan suasana hati. Ya aku setuju, itu ada benarnya. Soal suasana hati memang tak bisa dipungkiri bahwa hati adalah nyawa paling besar dalam diri manusia setelah pikiran. Keduanya sering bertolak belakang, namun hati lebih mudah untuk menaklukkan pikiran. Pikiran kadang kala kalang kabut menghadapinya. Apalagi jika satu episode yang terjadi mampu mengikis bahkan merobek lalu mematahkan kestabilan hati, aku yakin pikiran akan termangu-mangu tak karuan karna diperdaya oleh hati. Soal hati, benar katamu. Mampu melabilkan semua orang. Apalagi aku yang terus membungakan segala kisahku yang didalamnya turut juga kau, aku kisahkan. Kau tahu mengapa aku memilih bunga? Bukan karna ia indah, itu terlalu umum dengan alasan paling klasik. Alasanku memilih bunga karna ia tak pernah berhenti menghibur. Masihkah klasik? Iya. Alasan lainnya karena aku mengagumi dirinya yang melindungi diri walau sudah pasti nyawanya akan berhenti ketika aku memetiknya. Tak penting soal itu, karna bagiku caranya melindungi diri dari gemuruh hujan, badai angin maupun serangga-serangga yang bersemayam bahkan memakamkan diri di tubuhnya tak pernah mampu ia keluhkan. Itulah bagiku, mengapa dia mampu melindungi diri.

img_20180419_1058401743353001.jpg

Defenisi melindungi sebenarnya sama dengan menjaga diri. Bunga mungkin tak pernah menjaga diri, ia biarkan dirinya digunakan oleh yang lainnya. Itulah sebenarnya bagiku yang namanya melindungi, ketika memberikan dirinya bagi orang lain. Aku tak bisa seperti itu, karnanya kukagumi kekhasannya di hadapanku sekarang. Banyak bunga yang aku jumpai tak pernah kutahu namanya, banyak bunga yang aku jumpai juga tak pernah disebut bunga sebab lebih banyak disebut rumput. Bunga rumput adalah yang selalu aku sebut bahkan aku baca di artikel-artikel yang lain. Aku seringkali membungakan kisahku bukan karna untuk melindungi orang lain, aku belum mampu. Sungguh sekalipun, belum ataupun tidak mampu. Aku hanya mampu membungakan segalanya, agar segala yang berat di ingatan maupun memori tak menyurutkan seluruh kenyamananku atas segala episode kehidupanku. Yang buruk maupun yang baik mampu aku syukuri dengan semestinya, agar Tuhan tak jemu-jemu memberkati kehidupanku.

img-20180412-wa00151957506536.jpg

Terima kasih kepada seluruh bunga yang aku libatkan untuk membungakan kisahku, kalian memang inspirasi segala mahkluk!.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s