P E S O N A

img_20180910_163452381143581.jpg

Menamatkan segala pesona yang dulu dengan mudah terserap dari seseorang, bukanlah hal baru. Bukan pula hal yang mudah. Memudahkan penyerapan pesona hanya dengan lirikan mata yang memandang. Sangat mudah kan? iya, sangat mudah ketika mata tanpa beban memandang. Mata tanpa kesakitan menerkam segala yang indah dipandang. Jika sebelumnya aku hanya bercerita soal hati dan berserah pada kendali Tuhan, kali ini rasanya aku ingin bercerita soal bagaimana mata dengan mudah melukai tuannya. Ini bukanlah kisah sedih, hanya saja rasanya ingin bercerita soal bagaimana mata dengan fungsi paling setia menemani, melukai hingga membekas begitu lama.

Soal mata, memang rasanya tak bisa memilih kemana dia memandang. Ah, aku salah. Mata dengan mudah memilih ke mana dia memandang, dan menamatkan pandangannya sepanjang hari. Ya begitulah, alasan untuk menyehatkan bahkan menyegarkan mata yang kadang lelah berkedip melihat sesuatu yang memanjakan mata. Baiklah, aku tak pandai menatap mata orang lain sebab rasanya jika mata sudah saling menatap, akan sulit berlari ke arah lain dan pilihan untuk bersarang pun akan lebih mudah.

Pesona adalah selanjutnya yang ditemukan, atas perantara mata. Maksudku, pesona bukan sekedar hal fisik melainkan sesuatu yang tersembunyi di balik objek yang ditangkap mata. Bukankah itu manusia? Tentu saja, karna sekarang lebih nyaman aku bercerita soal seseorang bahkan lebih. Pesona itu yang sebelumnya tenggelam, akan dengan mudah naik ke permukaan. Pesona yang tadinya sudah tertidur lelap, kini bangun dengan sendirinya dan melakukan aktifitasnya. Itulah yang aku pahami soal pesona, yang dengan sekejap mampu disebut dengan daya tarik.

Daya tarik menjadi media dua orang bahkan lebih bernyaman-nyaman untuk bersama. Ah, mengapa soal kebersamaan yang penting aku bahas? Sebab, pesona tidak bisa disebut pesona ketika dia tidak ditemukan. Pesona dalam diri seseorang tak bisa langsung ia sadari atau temukan, sebab jika iya maka dia akan menjadi orang angkuh. Pesona itu akan ditemukan oleh orang lain, yang akan membuat orang lain itu bahagia berada didekatnya. Itulah yang aku maksud mengapa pesona begitu penting. Daya tarik maupun daya pikat adalah dua hal yang saling tarik-menarik. Setelah seseorang terpikat maka dengan sendirinya dia akan bernyaman-nyaman dengan hal yang ditemukannya dalam diri orang lain. Mudah kan? tidak juga. Menemukan daya pikat maupun pesona pada orang lain, kadang juga tak kita sadari. Kadang ada rasa gemas bercampur amarah yang membuat kita lupa bahwa kita sudah terpesona padanya, hingga peduli. Ini tak juga berlaku bagi sepasang kekasih, namun berlaku bagi siapapun yang saat ini sedang bersama/berdekatan dengan orang lain.

Karnanya, berpandai-pandailah mengendalikan rasa terpesona. Sebab daya pikat akan dengan mudah menghantui. Aku rasa, lebih menyenangkan mempesonakan orang lain. Baiklah, bagi kalian; Ku ucapkan selamat teruntuk pihak-pihak manapun mampu dibuat terpesona oleh kalian!.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s