Untuk temanku yang pandai memberi seluruh hatinya.

Halo kamu! Terima kasih selalu memberi perasaan tenang disaat tegang, dan mampu memberi semangat bahkan ketika kau tengah lelah😁.

Menemuimu yang tanpa sengaja menghubungi, memang sukses memberi sedikit ruang yang tersedia bagimu dalam hariku. Kita berteman layaknya teman, dan membangun sebagaimana teman. Kita bercakap layaknya saudara, memberi ruang pembatas diantara kenyamanan yang terjalin. Saling menutup luka yang membekas akan masalah pribadi, lalu saling menghibur memberi kesenangan ditengah situasi tegang ❤. Saling merenggang karna dimakan jarak, hingga saling memberi kabar akan perubahan tiada makna, yang sukses memberi makna.

Saling berkabar tentang tingkah yang didapati ketika melakukan hal memalukan bahkan yang membahagiakan, memang merekatkan pertemanan yang sudah terlanjut begitu dekat. Pertemanan berasa saudara ini, nyatanya tiba pada kenyamanan tiada duanya. Kau semakin terbuka, tanpa menutupi segala kekurangan. Aku? Aku belajar menjadi orang yang tak begitu tertutup, ketika menyaksikan keterbukaanmu yang perlahan mampu merobohkan tembok ‘tertutup’ yang menutup segala ingin berkata jujur. Setidaknnya, setelah mengenal, dekat dan berteman erat denganmu; aku menjadi lebih menemukan diriku yang sebenarnya😊.

Kau sukses memberi kejutan sederhana dihari ulang tahunku, memberi notes tentang tanggal ulang tahunmu, membantuku pulih dari segala rasa bersalah terhadap diri sendiri dan bahkan melibatkanku ketika kau menyatakan ingin berubah ke arah yang lebih baik 😂.

Untuk temanku yang pandai memberi seluruh hatinya; aku masih saja terkejut melihat perubahanmu yang membuatku bertanya-tanya😆. Kau yang selalu bercerita tentang bagaimana kau berjuang membunuh hal burukmu. Terima kasih, selalu melibatkanku didalamnya. Menikmati setiap gagasan aneh nan manismu, selalu memenuhi ruang pikiran yang memang tertuju untukmu.

Untuk temanku yang pandai memberi seluruh hatinya; sekarang aku paham bahwa perubahan memang selalu terjadi dengan tertatih-tertatih dan berlatih. Aku mulai paham bahwa perubahan bisa memberi peluang untuk membunuh sikap yang lama dan melahirkan sikap yang baru. Terima kasih karna akhirnya aku paham, setelah banyaknya perbincangan didepan mata 😊.

Untuk temanku yang pandai memberi seluruh hatinya; yang kepalanya penuh dengan gagasan menarik, yang selalu dengan mudah menampung seluruh cacianku dan sukses mengembalikannya padaku, ketika aku tak berdaya (haha). Perih memang, namun aku akan lebih berhati-hati dan menjaga hati agar tak ada hati yang tersakiti oleh setiap narasiku😊

Untuk temanku yang pandai memberi seluruh hatinya; untuk hatimu yang selalu tulus, kutuliskan terima kasih. Aku juga menemukan itu diantara teman-teman terhebatku, namun kau menambah jumlah orang-orang yang bersikap tulus padaku. Terima kasih untuk setiap kejujuran tertulus, yang luluh menjurus menjungkir-balikan hatiku yang lebih berani berempati. Terima kasih 💖